Mengenal dan Antisipasi Malware Android

10 Malware Android Paling Mematikan Di Dunia

Kemajuan teknologi pastinya diikuti oleh kecanggihan para penjahat cyber. Keberadaan Android yang kian populer jelas menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan di dunia maya. Malah, belakangan juga ditemukan program jahat yang mampu menginfeksi komputer dengan OS Windows. Sebagai antisipasi dan pembelajaran bersama, berikut 10 daftar malware Android yang paling mematikan di dunia:

Android.Trojan.SMSSend

Malware ini dapat menyelinap ke perangkat Android melalui iklan di aplikasi gratis, aplikasi palsu (aplikasi yang nakal, dan biasanya mengharuskan pengguna untuk mengirim SMS ke nomor premium-rate untuk aktivasi, atau kegiatan serupa lainnya) , dll.

Program jahat ini juga dapat mengakses kontak yang tersimpan pada perangkat Anda, dan mengirim mereka masing-masing SMS dengan link download untuk beberapa aplikasi palsu yang sebenarnya berisi malware tersebut.

Android.Trojan.GingerMaster

GingerMaster adalah salah satu malware pertama yang menggunakan root exploit (kerentanan dimana sebuah aplikasi dapat mendapatkan akses admin tanpa harus menginstal rooted ROM). Seperti namanya, malware ini menyerang perangkat yang menggunakan Android Gingerbread (versi 2.3.3). Jika terjangkit malware ini, maka si ‘penjahat’ bisa saja men-remote perangkat Android, sehingga bisa dengan mudah men-download dan menginstal aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna perangkat yang sesungguhnya.

Android.Trojan.FakeInst

Malware yang satu ini mampu menyamarkan dirinya sebagai aplikasi asli seperti browser, sebuah aplikasi IM, atau bahkan antivirus. Sehingga sering mengecoh para pengguna Android yang sendang menginstal sebuah aplikasi. Setelah diinstal, ia akan mengirimkan SMS ke nomor premium-rate dengan atau tanpa campur tangan pengguna. Malware ini pun dapat mengubah ikon dan ukuran file-nya sehingga sulit untuk terdeteksi.

Android.Trojan.FakeDoc

Dengan kebutuhan optimalisasi kinerja baterai, malware ini melalui sebuah aplikasi Android Battery Doctor. Masalahnya, aplikasi tersebut memiliki kemampuan untuk meng-upload informasi pribadi mencakup perangkat IMEI, lokasi perangkat, versi OS, informasi akun Google, dll. Untuk info lebih detail bisa lihat di FortiGuard Center.

Android.FakeApp

Malware ini menggunakan konsep “evil twin/kembar jahat”. Penyerang menciptakan kembaran dari sebuah aplikasi yang sah, dan menerbitkan di Google Play Store menggunakan ID penerbit yang berbeda. Meskipun aplikasi palsu ini mudah diidentifikasi sebagai aplikasi nakal, si penyerang tentunya masih dapat membuat kekacauan. Ketika sebuah aplikasi palsu terinstal, pengguna disuguhkan dengan iklan-iklan, pengumpulan informasi pribadi tanpa diketahui, dan juga dapat mengambil informasi dari aplikasi sosial media seperti Facebook dan Twitter.

Android IRCBot

Ditemukan di Mei 2012, malware ini muncul lewat game Madden NFL 12, dan memiliki tiga komponen. Linux/Exploit-Lotoor.a (malware untuk menemukan root exploits yang tersedia pada perangkat Android), Android/IRCBot.a (IRCBot malware) dan Android/SMS.gen (SMS pengirim malware yang bekerja mirip dengan Android.Trojan.SMSSend). Malware ini sanggup mencuri uang Anda, memberikan akses remote ke perangkat Anda dan mempublikasikan semua PII yang tersimpan pada perangkat di IRC. Berikut link ulasan malware ini dari mcafee labs.

Android/MarketPay.A

Termasuk salah satu malware pencuri uang, program jahat ini memiliki kemampuan untuk membeli aplikasi sendiri, tanpa sepengetahuan Anda. Bekerja melalui permintaan pembelian aplikasi, kode konfirmasi yang biasanya dikirim oleh ‘app store’ dicuri dan diambil alih oleh malware. Setelah pembelian berhasil, malware ini menghapus semua bukti yang tersisa (seperti pesan penagihan, konfirmasi pembelian, dll) dari perangkat.

Android/Funsbot.A

Malware ini mampu menjelajahi seluruh direktori dari perangkat yang terinfeksi yang membuatnya menjadi mesin zombie (klien botnet). Malware ini juga dapat digunakan untuk melakukan spionase perusahaan (mengumpulkan informasi tentang pesaing, menggunakan cara ilegal), perang cyber dan keperluan lainnya.

Android/Backscript.A

Berikut ini adalah malware Android canggih yang dapat memperbarui dirinya sendiri. Menjadi klien botnet, malware ini mampu menerima dan menjalankan perintah yang senantiasa diperbarui si penyerang sesuai kebutuhannya.

Android/Plankton.A

Malware ini ditemukan pada bulan Juni 2011. Setelah penemuannya, ditemukan bahwa sepuluh aplikasi, tersedia di Play Store Google dan kemudian Market Place, terinfeksi oleh malware ini. Di dalam perangkat Android, malware ini mengumpulkan informasi tentang aplikasi yang terinstal pada perangkat, pengaturan keamanan, dll. Link ulasan dari sophos.com.

Opini

Sebenarnya malware di Android bisa dibatasi tergantung dari bagaimana kesadara pengguna dalam mengunduh file, karena malware bisa masuk ke dalam ponsel karena adanya koneksi internet. Dan sebaiknya  Unduhlah aplikasi dari Android Market yang resmi dibuat oleh Google. Selain itu, sebelum mengunduh file seharusnya pengguna melihat ra.ting dan testimoni file tersebut

Atanasius Wau is first, an ordinary Indonesia blogger, Fedora Linux user, Open Source lover. Feel free to learn, and try to responsible for apply and provide. Always enthusiastic write and talk all about Technology.

Get in touch with me on Facebook and Twitter.

Dengan label: ,
Tersimpan di Apps, Mobile, Sekuriti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>